<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cintakubali</title>
	<atom:link href="http://cintakubali.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cintakubali.wordpress.com</link>
	<description>sebentuk cinta seorang perempuan kepada Bali</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Nov 2011 07:37:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cintakubali.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>cintakubali</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cintakubali.wordpress.com/osd.xml" title="cintakubali" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cintakubali.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sebentuk Cinta Kepada Anak &#8211; Anggada</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/15/sebentuk-cinta-kepada-anak-anggada/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/15/sebentuk-cinta-kepada-anak-anggada/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 10:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Anggada, anak laki-laki berumur 11 tahun, bekerja sebagai buruh bangunan di proyek rumah depan rumahku. Ia anak putus sekolah. SD saja belum tamat. Pernah kutanya dia, kenapa tidak melanjutkan sekolah, dia jawab ia sudah bosan sekolah karena tidak naik kelas beberapa kali. “Mendingan cari uang,” kata Anggada sambil tersenyum. Setiap kali memandang Anggada, aku seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=37&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anggada, anak laki-laki berumur 11 tahun, bekerja sebagai buruh bangunan di proyek rumah depan rumahku. Ia anak putus sekolah. SD saja belum tamat. Pernah kutanya dia, kenapa tidak melanjutkan sekolah, dia jawab ia sudah bosan sekolah karena tidak naik kelas beberapa kali. “Mendingan cari uang,” kata Anggada sambil tersenyum.<br />
	Setiap kali memandang Anggada, aku seperti melihat ribuan anak putus sekolah di Indonesia. Alasan kemiskinan dan ketidakmampuan intelejensia menjadi alasan utama. Kemiskinan dan kebodohan, dua musuh yang sepertinya kian merajalela di negeriku tercinta ini, dan salah satunya, kebetulan ada di depan mataku.  Anggada, anak lelaki kecil itu, dalam usianya yang dini telah mencicipi kerasnya dunia kerja. Dengan alasan kemiskinan, intelejensianya tidak berkembang karena kekurangan gizi. Seperti lingkaran setan saja.<br />
	Pendidikan hanya untuk orang kaya (mampu), mungkin itu benar adanya. Hanya orang mampu yang bisa beli susu bermutu untuk anak-anaknya (berisi AHA dan DHA), memberikan sarana dan prasarana memadai buat pendidikannya, dari sekolah di sekolah bilingual hingga biaya kursus ini itu yang seabrek-abrek. Sudah bukan rahasia lagi kalau biaya pendidikan sudah setinggi gunung. Dari sekolah tingkat dasar hingga perguruan tinggi, biayanya gak tanggung-tanggung. Makanya, gak nyalahin, kalo yang miskin tetap jadi miskin dan kaya bertambah kaya.<br />
	Dana BOS, uang SPP gratis seperti yang dijanjikan para calon legislatif maupun eksekutif, sepertinya menguap entah ke mana. Kok tidak menyentuh orang-orang kecil seperti Anggada? Anak-anak kecil seperti Anggada sepertinya sudah menjadi pemandangan lumrah di mana-mana, malah di kota-kota besar, anak-anak yang lebih kecil dari Anggada dijadikan komoditas oleh orang tuanya maupun kelompoknya, dijadikan sebagai pengemis, penyemir sepatu, tukang ngamen, dll. Aduh, inikah akibat dari budaya kapitalisme yang telah merajai negeriku?<br />
	Terbersit suatu pemikiran dalam benakku, bagaimana nantinya generasi seperti Anggada melahirkan generasi berikutnya? Apakah generasi yang terlahir dari darah dagingnya juga akan mengikuti jejak orang tuanya? Bukannya pesimis dan sinis, tapi mungkin nasibnya tak jauh-jauh amat daripada orang tuanya. Namun, walahualam, semoga masih ada nasib mujur, semoga masih ada celah Anggada memperbaiki nasibnya di kemudian hari. Itulah mimpi yang masih tersisa untuk anak kecil itu, seorang Anggada. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=37&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/15/sebentuk-cinta-kepada-anak-anggada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cowboy in Paradise</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/02/cowboy-in-paradise/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/02/cowboy-in-paradise/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 14:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mini Artikel Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Pemuda bertato, papan selancar, rambut gading dan gimbal, kini jadi perbincangan. Terlepas film dokumenter itu berkata jujur atau semu, kepala seketika berkerut&#8230;.beginikah lembar hitam yang tertutup papan selancar kemegahan pariwisata?<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=66&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemuda bertato, papan selancar, rambut gading dan gimbal, kini jadi perbincangan. Terlepas film dokumenter itu berkata jujur atau semu, kepala seketika berkerut&#8230;.beginikah lembar hitam yang tertutup papan selancar kemegahan pariwisata? </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=66&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/02/cowboy-in-paradise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Aku Tak Perlu Berebut Lagi&#8230;.</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/01/ketika-aku-tak-perlu-berebut-lagi/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/01/ketika-aku-tak-perlu-berebut-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 10:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mini Artikel Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Terkenangku kan masa kanak-kanak. Berebut sayur undis dengan lima saudara. Cukup kuahnya saja diaduk nasi tanpa lauk, bisa membuatku menambah hingga tiga piring. Kini, ketika aku telah mampu membeli sepanci sayur undis, tak ada lagi yang kuajak berebut. Aku tak selera menambah hingga tiga piring, meski berpuluh-puluh butir undis menunggu layu&#8230;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=62&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkenangku kan masa kanak-kanak. Berebut sayur undis dengan lima saudara. Cukup kuahnya saja diaduk nasi  tanpa lauk, bisa membuatku menambah hingga tiga piring. Kini, ketika aku telah mampu membeli sepanci sayur undis, tak ada lagi yang kuajak berebut. Aku tak selera menambah hingga tiga  piring, meski berpuluh-puluh butir undis menunggu layu&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=62&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/01/ketika-aku-tak-perlu-berebut-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sayur Undis</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/01/sayur-undis/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/01/sayur-undis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 10:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Boga Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Sayur Undis, sayur sejenis kacang berwarna hitam, sangat populer di Singaraja (Bali Utara). Saking populer dan langkanya, sayur ini tergolong &#8220;sayur mewah&#8221; dibanding dengan sayur-sayuran lainnya. Satu kilo kacang undis mentah yang masih berkulit dihargai Rp 12,000 per kilo, sedangkan yang sudah dikupas lebih mahal lagi, bisa sampai Rp 16,000 per kilonya. Bumbu sayur undis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=59&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sayur Undis, sayur sejenis kacang berwarna hitam, sangat populer di Singaraja (Bali Utara). Saking populer dan langkanya, sayur ini tergolong &#8220;sayur mewah&#8221; dibanding dengan sayur-sayuran lainnya. Satu kilo kacang undis mentah yang masih berkulit dihargai Rp 12,000 per kilo, sedangkan yang sudah dikupas lebih mahal lagi, bisa sampai Rp 16,000 per kilonya.<br />
Bumbu sayur undis sangat sederhana, yaitu : bawang merah, bawang putih, cabai merah, garam, dan terasi ditambah dengan lengkuas dikeprak. Kuahnya berwarna hitam akibat kena lunturan si kacang yang rasanya empuk dan gurih ini.<br />
Sayur undis paling enak disantap dengan ikan asin (sudang lepet) Singaraja, sambal tomat, daging sapi sisit dan tempe goreng.<br />
Tidak semua orang Bali menjadikannya sayur favorit, mungkin kalah kepopulerannya dengan sayur nangka. Sayur ini menjadi primadona, khususnya di Singaraja dan Klungkung.<br />
Kalau ke Singaraja, jangan lupa mencicipi sayur undis. Tapi jangan kecewa ya kalau tidak mendapatkannya&#8230;namanya juga sayur langka!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=59&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2010/05/01/sayur-undis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tenaga Kerja Lokal vs Non-Lokal</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2009/08/19/tenaga-kerja-lokal-vs-non-lokal/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2009/08/19/tenaga-kerja-lokal-vs-non-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 02:56:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Bali dibanjiri tenaga kerja non-lokal (baca : tenaga kerja non suku Bali dan expatriate), tentu bukan hal yang aneh. Perputaran ekonomi akibat keberadaan industri pariwisata menarik minat tenaga kerja di seluruh dunia untuk mengais rezeki di Bali. Fenomena ini kerap memunculkan sentimen kesukuan maupun ras di kalangan tenaga kerja, terutama yang bergerak di sektor industri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=49&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bali dibanjiri tenaga kerja non-lokal (baca : tenaga kerja non suku Bali dan expatriate), tentu bukan hal yang aneh. Perputaran ekonomi akibat keberadaan industri pariwisata menarik minat tenaga kerja di seluruh dunia untuk mengais rezeki di Bali. Fenomena ini kerap memunculkan sentimen kesukuan maupun ras di kalangan tenaga kerja, terutama yang bergerak di sektor industri pariwisata. Ini tentu karena tenaga-tenaga non-lokal banyak diantaranya memegang posisi penting di perusahaan yang nota bene berpenghasilan lebih daripada tenaga kerja lokal (baca : tenaga kerja asli Bali) yang kebanyakan menduduki posisi pekerja tingkat pelaksana dengan kesejahteraan lebih rendah, bahkan, tak jarang berada di bawah garis UMP (upah minimum propinsi). Sehingga terkadang, munculah rasa ekslusivitas kedaerahan yang tentunya menimbulkan masalah-masalah sosial baru di perusahaan.<br />
Meskipun secara umum, masyarakat Bali sangat terbuka terhadap pendatang dan belum mempermasalahkan hal ini secara formal, namun perlu kiranya masalah kecemburuan sosial ini disikapi secara arif oleh semua pihak. Terutama dari pihak masyarakat Bali sendiri untuk memacu kemampuan diri agar bisa berada sejajar dengan tenaga-tenaga kerja non-lokal. Apabila tidak dari sekarang berbenah diri, bisa jadi tenaga-tenaga kerja Bali tidak menjadi tuan rumah di pulaunya sendiri, atau malah, terpinggirkan seperti masyarakat Betawi di Jakarta.<br />
Sebenarnya, apa saja kelebihan dan kekurangan tenaga kerja Bali dibanding tenaga kerja non-lokal? Mengapa tenaga kerja non-lokal lebih diterima di posisi atas dibanding tenaga kerja lokal? Hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan dari tenaga kerja lokal untuk berkompetisi di pasaran kerja? Untuk mempersempit ruang lingkup bahasan. dalam tulisan ini fokusnya adalah industri pariwisata, untuk sektor-sektor lain tidak dibahas.<br />
Tenaga-tenaga kerja Bali sebenarnya merupakan &#8220;produk unggul&#8221; yang memiliki daya saing yang baik di dunia pariwisata. Ini bisa dilihat dari banyaknya permintaan tenaga kerja dari Bali untuk mengisi kekosongan di industri pariwisata di luar negeri, seperti : kapal pesiar, kantong-kantong pariwisata dunia, seperti : Thailand, Maldives, negara-negara Arab, Karibia, dsb. Kelebihan-kelebihannya antara lain :<br />
- Jujur<br />
- Rajin<br />
- Mau bekerja keras<br />
- Tidak banyak menentang atasan<br />
- Memiliki jiwa keramah-tamahan yang tinggi<br />
- Cepat dan mudah memahami hal-hal baru<br />
- Memiliki keterampilan dan pengetahuan dasar pariwisata<br />
Namun sayangnya, kelebihan-kelebihan ini belum cukup diimbangi dengan mental kepemimpinan dan wirausaha (enterpreneurship) untuk meraih posisi-posisi menengah maupun puncak. Kelemahan-kelemahan yang umum dimiliki oleh tenaga kerja lokal, antara lain :<br />
- Memiliki toleransi tinggi terhadap kesalahan (padahal, untuk level manajer, dibutuhkan mental &#8220;kesempurnaan&#8221; dan minimalisasi kesalahan);<br />
- Tidak berani berterusterang;<br />
- Lebih merasa nyaman jadi pekerja daripada pimpinan;<br />
- Cepat berpuas diri dengan posisi pekerja;<br />
- Cenderung enggan mempelajari hal-hal baru;<br />
Jika semua tenaga-tenaga lokal berkemauan keras untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya, pastilah tenaga kerja Bali mampu bersaing dengan tenaga kerja luar, dan bukan tidak mungkin, suatu saat kelak Bali akan menjadi &#8220;majikan&#8221; di pulaunya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=49&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2009/08/19/tenaga-kerja-lokal-vs-non-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebentuk Cinta Kepaada Budaya – Rerahinan Saraswati</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2009/01/03/sebentuk-cinta-kepaada-budaya-%e2%80%93-rerahinan-saraswati-2/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2009/01/03/sebentuk-cinta-kepaada-budaya-%e2%80%93-rerahinan-saraswati-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 04:12:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/2009/01/03/sebentuk-cinta-kepaada-budaya-%e2%80%93-rerahinan-saraswati-2/</guid>
		<description><![CDATA[Rerahinan (Hari Raya) Saraswati awal tahun ini jatuh pada Hari Sabtu, 3 Januari 2009, atau Saniscara Umanis Watugunung. Hari Saraswati adalah hari untuk memuliakan Dewi Saraswati, istri dari Dewa Brahma. Dalam mitos Hindu, disebutkan bahwa Dewi Saraswati adalah dewi cantik bertangan empat. Seorang dewi yang cantik merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan itu menarik. Keempat tangannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=46&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="alignnone size-full wp-image-44" title="saraswati" src="http://cintakubali.files.wordpress.com/2009/01/saraswati.jpg?w=109&#038;h=145" alt="saraswati" width="109" height="145" /></p>
<p>Rerahinan (Hari Raya) Saraswati awal tahun ini jatuh pada Hari Sabtu, 3 Januari 2009, atau Saniscara Umanis Watugunung. Hari Saraswati adalah hari untuk memuliakan Dewi Saraswati, istri dari Dewa Brahma. Dalam mitos Hindu, disebutkan bahwa Dewi Saraswati adalah dewi cantik bertangan empat. Seorang dewi yang cantik merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan itu menarik. Keempat tangannya memegang alat-alat yang menyimbolkan keagungan dan daya tarik ilmu pengetahuan.<br />
Pada Hari Raya Saraswati, murid-murid sekolah beragama Hindu berkumpul di tempat persembahyangan di sekolah untuk melakukan doa bersama. Di rumah-rumah, setiap keluarga menghaturkan sesajen khusus Saraswati di seluruh tempat pemujaan, dan tentu saja di atas buku-buku yang dianggap mewakili ilmu pengetahuan.<br />
Ada mitos menarik sehubungan dengan Hari Raya Saraswati, yaitu : pelarangan membaca bagi umat Hindu di hari ini. Namun mitos ini hanyalah sekedar mitos karena tidak terlalu diterapkan dalam budaya Bali. Mungkin maksud dari mitos ini adalah agar semua umat Hindu khusuk mengontrol kesucian pikirannya dan tidak membaca hal-hal yang bisa merusak kesucian itu. Memang, pada Hari Raya Saraswati seluruh umat dihimbau untuk membaca kitab-kitab suci.<br />
Pada akhirnya, makna Hari Raya Saraswati adalah mengajak umat Hindu memuliakan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan diyakini sebagai salah satu cara untuk mencerahkan pikiran, mengangkat budi pekerti umat ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam kitab Bhagawadgita disebutkan bahwa,”Bersihkan tubuhmu dengan air, bersihkan pikiranmu dengan ilmu pengetahuan.” Oleh karena itu, ilmu pengetahuan sangat penting keberadaannya dan patut dimuliakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=46&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2009/01/03/sebentuk-cinta-kepaada-budaya-%e2%80%93-rerahinan-saraswati-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintakubali.files.wordpress.com/2009/01/saraswati.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">saraswati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebentuk Cinta Kepada Hidup – Aroma Tahun Baru</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/31/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-aroma-tahun-baru/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/31/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-aroma-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 03:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/31/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-aroma-tahun-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Ingin kuhirup udara terbaik di pagi hari, di tahun baru, meski kutahu hanya penanggalan yang berganti dan usia yang kian merambah. Tapi aku ingin menyemai harap, seperti berjuta umat di permukaan bumi. Melihat ke depan dengan penuh optimisme dan gairah. Bau tahun baru, adalah bau semangat. Bertebaran di mana-mana. Perayaan di seluruh tempat. Pesta. Kegembiraan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=40&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin kuhirup udara terbaik di pagi hari, di tahun baru, meski kutahu hanya penanggalan yang berganti dan usia yang kian merambah. Tapi aku ingin menyemai harap, seperti berjuta umat di permukaan bumi. Melihat ke depan dengan penuh optimisme dan gairah.<br />
	Bau tahun baru, adalah bau semangat. Bertebaran di mana-mana. Perayaan di seluruh tempat. Pesta. Kegembiraan. Kebahagiaan. Rezeki berhamburan di tempat-tempat hiburan. Sumringah tawa bergema di seluruh penjuru dunia.<br />
	Aroma tahun baru, selalu lezat dan empuk di seluruh permukaan bumi. Dari kepala hingga ke ujung kaki. Aroma menyegarkan. Aroma menggairahkan. Geliat hidup. Peremajaan sel-sel optimisme. Jiwa muda kembali tertanam. Jiwa yang riang. Jiwa yang mencerahkan.<br />
	Asap tahun baru, adalah asap yang menyehatkan. Asap terbaik yang mengisi paru-paru. Asap yang mengepul dari mata yang berbinar cemerlang. Asap yang berasal dari tungku kayu kopi berbau gurih pesan.<br />
	Kututup tahun ini dengan berpuluh kenangan, berbagai ingatan, belasan kilo byte pengalaman. Sel-sel tubuhku kian menua, setua juga pikiranku. Tapi jiwa ini masih terbelenggu oleh banyak ketidaktahuan serta ketidakmengertian. Masih banyak hutang menumpuk, belum kulunasi. Hutang duniawi dan hutang surgawi. Janji-janji yang belum terpenuhi, Komitmen-komitmen yang masih berupa angan-angan.<br />
	Tapi tahun baru ini, kupadati dengan taburan rempah-rempah optimisme. Kucampur dengan kaldu semangat terbaik. Kutambahkan dengan sayur-mayur, kacang polong serta potongan daging harapan baru. Anganku ingin menciptakan aroma spiritual, yang berhembus kepada-Nya. Diasapi dengan bau kepasrahan. Dipanasi dengan bara semangat keiklasan. Karena dari cinta-Nya, akan kembali pada cinta-Nya. Maka aroma tahun baru ini, akan kuberikan kepada-Nya, sebagai wujud cintaku. Dan anugerah-Nya yang agung, berujud keluarga kecilku, suamiku tercinta, anak-anakku terkasih, akan kupelihara dengan sebaik-baiknya. Hanya karena Dia, aku akan kembalikan kepada-Nya. </p>
<p>SELAMAT TAHUN BARU!</p>
<p><img src="http://cintakubali.files.wordpress.com/2008/12/butterfly13.jpg?w=455&#038;h=303" alt="butterfly13" title="butterfly13" width="455" height="303" class="alignnone size-full wp-image-39" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=40&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/31/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-aroma-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cintakubali.files.wordpress.com/2008/12/butterfly13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">butterfly13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebentuk Cinta Kepada Hidup – Lonelines is Immortal</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/27/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-lonelines-is-immortal/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/27/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-lonelines-is-immortal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 03:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/27/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-lonelines-is-immortal/</guid>
		<description><![CDATA[Sebab aku terlahir sendiri Maka aku pun akan menghadap-Nya sendiri Meski kusadari itu Kutakut menghadapi kesendirian Kucemas menjalani kesunyian Kukhawatir merambati kesepian Keramaian membuatku merasa aman Berkeluarga membuatku nyaman Bersenda-gurau, berbagi dengan suami dan anak-anak adalah menyenangkan Maka tak heran kesendirian adalah menakutkan Namun hanya kesendirianlah yang abadi Karena tak ada sesiapa pun Yang mengantar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=34&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebab aku terlahir sendiri<br />
Maka aku pun akan menghadap-Nya sendiri</p>
<p>Meski kusadari itu<br />
Kutakut menghadapi kesendirian<br />
Kucemas menjalani kesunyian<br />
Kukhawatir merambati kesepian</p>
<p>Keramaian membuatku merasa aman<br />
Berkeluarga membuatku nyaman<br />
Bersenda-gurau, berbagi dengan suami dan anak-anak adalah menyenangkan<br />
Maka tak heran kesendirian adalah menakutkan</p>
<p>Namun hanya kesendirianlah yang abadi<br />
Karena tak ada sesiapa pun<br />
Yang mengantar kita ke haribaan-Nya<br />
Hanya budi baik dan karma kita<br />
Yang akan menjadi teman di sepanjang usia</p>
<p>Meski kusadari semua itu<br />
Tapi aku masih takut sendiri<br />
Karena kesendirian itu immortal<br />
Maka ketakutanku pun immortal</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=34&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/27/sebentuk-cinta-kepada-hidup-%e2%80%93-lonelines-is-immortal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebentuk Cinta Kepada Ibu-Hari Ibu</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/22/sebentuk-cinta-kepada-ibu-hari-ibu/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/22/sebentuk-cinta-kepada-ibu-hari-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 12:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/22/sebentuk-cinta-kepada-ibu-hari-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Bintang berpendar di gelapnya malam mengingatkanku akan dirimu kau cahaya yang tak pernah pudar di langit hatiku yang temaram Meski pernah kurasa kau sebagai sesosok asing karena jarimu yang jarang mengelus rambutku Meski pernah sekelebat terbit rasa ragu karena getar jantungmu tak terbenam dalam ingatanku Tapi kau adalah perempuan yang mengandungku aku tau, kau cinta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=27&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bintang berpendar di gelapnya malam<br />
mengingatkanku akan dirimu<br />
kau cahaya yang tak pernah pudar<br />
di langit hatiku yang temaram</p>
<p>Meski pernah kurasa kau sebagai sesosok asing<br />
karena jarimu yang jarang mengelus rambutku<br />
Meski pernah sekelebat terbit rasa ragu<br />
karena getar jantungmu tak terbenam dalam ingatanku</p>
<p>Tapi kau adalah perempuan yang mengandungku<br />
aku tau, kau cinta aku<br />
tanpa terkata, tanpa terucap<br />
Kau perempuan yang mengasihiku<br />
meski air matamu kerap membasahi lenganku<br />
karena aku tidak seperti harapanmu</p>
<p>Aku berterima kasih<br />
pada hidup yang telah kautitipkan pada darah dan dagingku<br />
Aku bersyukur<br />
pada didikanmu yang tak terucap dari bibirmu<br />
Aku bersembah padamu<br />
meski kau tak inginkan itu</p>
<p>Aku tak akan bisa menukar<br />
air susumu dengan air apa pun<br />
Aku tak akan bisa membayar<br />
peluh, darah dan air matamu dalam membesarkanku</p>
<p>Ibu<br />
terima kasih telah memberiku hidup</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=27&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/22/sebentuk-cinta-kepada-ibu-hari-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebentuk Cinta Kepada Sahabat – Nostalgia Masa Lalu</title>
		<link>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/16/sebentuk-cinta-kepada-sahabat-%e2%80%93-nostalgia-masa-lalu/</link>
		<comments>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/16/sebentuk-cinta-kepada-sahabat-%e2%80%93-nostalgia-masa-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2008 04:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cintakubali</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/16/sebentuk-cinta-kepada-sahabat-%e2%80%93-nostalgia-masa-lalu/</guid>
		<description><![CDATA[Kudengar suaramu di telepon, mengusik ingatanku padamu. Sembilan belas tahun kita tak bertemu. Kau masih ingat padaku. Tak ada yang berubah pada suaramu. Apakah usia mengubah penampilanmu? Pastilah itu. Melanie, sahabat di masa kecilku. Kubaca balasan imelmu. Kamu masih ingat diriku. Meski ruang dan waktu memisahkan kita. Meski kau sudah jauh terbang tinggi di langit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=22&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kudengar suaramu di telepon, mengusik ingatanku padamu. Sembilan belas tahun kita tak bertemu. Kau masih ingat padaku. Tak ada yang berubah pada suaramu. Apakah usia mengubah penampilanmu? Pastilah itu. Melanie, sahabat di masa kecilku.<br />
	Kubaca balasan imelmu. Kamu masih ingat diriku. Meski ruang dan waktu memisahkan kita. Meski kau sudah jauh terbang tinggi di langit biru, berada di negara Thailand, bersuamikan pria AS. Ika, sahabat dan partner diskusi yang mengasyikkan.<br />
	Di manakah lagi teman-teman kita? Di manakah Dek Ang..yang suka mejeng di depan cowok-cowok cakep? Di manakah Cyntia si penyanyi seriosa itu? Di manakah Teta, si cewek inceran para lelaki di sekolah kita? Di manakah Ratih, gadis Jawa nan lembut dan idola di sekolah kita? Di manakah Umi, gadis pemalu itu?<br />
	Usia dan kesibukan kota telah menelantarkan kita akan masa lalu. Kita adalah kaum urban yang jarang menengok kampung halaman. Kita adalah perempuan-perempuan pekerja yang tercerabut dari akar kita di kota kecil, Singaraja. Perempuan-perempuan yang tidak diikat oleh adat, supaya ingat pulang. Perempuan-perempuan yang merenda masa depan dan tak sempat membuka album masa lalu.<br />
	Aku telah menjadi perempuan tambun. Mel apakah masih semontok dulu? Ika, entah, apakah masih jago menari seperti dulu? Teta, masih segenit dulu?<br />
	Waktu telah merubah kita. Usia menggorogoti ingatan kita akan masa lalu. Masa kanak-kanak yang riang. Saat kita sibuk bermain bekel, congklak, atau main loncat pintil kala istirahat. Saat kita kemping, tamasya, belajar bersama sambil rujakan, main kasti, petak umpet, naik motor rame-rame keliling kota. Aku rindu itu.<br />
	Sering potret-potret masa lalu kita muncul dalam mimpiku, Kawan. Bagaimana mungkin aku lupakan kalian. Dari TK hingga SMP kita bersama satu kelas. Bagaimana mungkin aku cerabut masa lalu yang indah itu dari ingatanku? Masa-masa indah yang tak akan tergantikan oleh apapun.<br />
	Sering kumembatin setiap kali ke mall. Berharap mendapat kejutan menyenangkan. Bertemu salah satu dari kalian di eskalator. Atau sekedar ber-say hello di suatu tempat umum. Tapi kalian seperti lenyap ditelan bumi. Bahkan, tanah Bali yang sempit ini pun tak bisa mempertemukan kita.<br />
	Aku rindu aroma garam di sudut kecil pantai Buleleng. Tempat kita beristirahat, melepas lelah setelah jogging sekeliling kota. Aku kangen makan ketupat belayag, makanan pagi ransum kita seusai jogging. Sesak ingatanku akan buah pikiran Ika dan Cyntia, yang kukunyah sambil kita duduk di tepi pantai.<br />
Ah, masa-masa itu. Tak akan kembali lagi. Tapi akan terpatri abadi di sini, dalam ingatanku. Aku merindumu, Kawan-kawanku. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cintakubali.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cintakubali.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cintakubali.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cintakubali.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cintakubali.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cintakubali.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cintakubali.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cintakubali.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cintakubali.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cintakubali.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cintakubali.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cintakubali.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cintakubali.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cintakubali.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cintakubali.wordpress.com&amp;blog=5464605&amp;post=22&amp;subd=cintakubali&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cintakubali.wordpress.com/2008/12/16/sebentuk-cinta-kepada-sahabat-%e2%80%93-nostalgia-masa-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/22686e6ab354a9e21ea1f1eea41c24db?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">cintakubali</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
