Sebentuk Cinta Kepaada Budaya – Rerahinan Saraswati
Januari 3, 2009 at 4:12 am Tinggalkan komentar

Rerahinan (Hari Raya) Saraswati awal tahun ini jatuh pada Hari Sabtu, 3 Januari 2009, atau Saniscara Umanis Watugunung. Hari Saraswati adalah hari untuk memuliakan Dewi Saraswati, istri dari Dewa Brahma. Dalam mitos Hindu, disebutkan bahwa Dewi Saraswati adalah dewi cantik bertangan empat. Seorang dewi yang cantik merupakan perlambang bahwa ilmu pengetahuan itu menarik. Keempat tangannya memegang alat-alat yang menyimbolkan keagungan dan daya tarik ilmu pengetahuan.
Pada Hari Raya Saraswati, murid-murid sekolah beragama Hindu berkumpul di tempat persembahyangan di sekolah untuk melakukan doa bersama. Di rumah-rumah, setiap keluarga menghaturkan sesajen khusus Saraswati di seluruh tempat pemujaan, dan tentu saja di atas buku-buku yang dianggap mewakili ilmu pengetahuan.
Ada mitos menarik sehubungan dengan Hari Raya Saraswati, yaitu : pelarangan membaca bagi umat Hindu di hari ini. Namun mitos ini hanyalah sekedar mitos karena tidak terlalu diterapkan dalam budaya Bali. Mungkin maksud dari mitos ini adalah agar semua umat Hindu khusuk mengontrol kesucian pikirannya dan tidak membaca hal-hal yang bisa merusak kesucian itu. Memang, pada Hari Raya Saraswati seluruh umat dihimbau untuk membaca kitab-kitab suci.
Pada akhirnya, makna Hari Raya Saraswati adalah mengajak umat Hindu memuliakan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan diyakini sebagai salah satu cara untuk mencerahkan pikiran, mengangkat budi pekerti umat ke tingkat yang lebih tinggi. Dalam kitab Bhagawadgita disebutkan bahwa,”Bersihkan tubuhmu dengan air, bersihkan pikiranmu dengan ilmu pengetahuan.” Oleh karena itu, ilmu pengetahuan sangat penting keberadaannya dan patut dimuliakan.
Entry filed under: Budaya Bali. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed